Artikel

Benarkah Banyak Fikiran Bisa Membuat Stroke?

Bukittinggi, Bukittinggi.Info – Penyakit stroke merupakan salah satu penyakit yang menjadi momok menakutkan bagi masyarakat kita. Terlebih penyakit ini datang tiba-tiba dan efeknya sangat nampak sekali terhadap penderitanya. Bagi sebagian masyarakat, apalagi dalam garis keturunannya ada keluarga yang pernah terkena penyakit stroke, mereka biasanya akan berfikir kalau mereka suatu saat akan terkena penyakit tersebut.

Apasih penyebab penyakit stroke yang paling banyak terjadi di Indonesia? dan bagaimana cara menjaga agar penyakit stroke tidak balik lagi?

Menurut dokter Rumah Sakit Otak Muhammad Hatta Bukittinggi Dr. Rohaya Fitrina, S.Ps, penyebab tertinggi penyakit stroke di Indonesia adalah hipertensi (darah tinggi). Ini penyebab stroke nomor satu di Indonesia.

“Di Indonesia, hipertensi itu 70% penyebab penyakit stroke. Orang yang terkena penyakit darah tinggi, dia akan selamanya darah tinggi. Disini penting bagi kita untuk mengontrol tekanan darah tinggi seperti obat pengontrol tekanan darah tinggi” ucap Dokter Rohaya.

“Tekanan darah normal itu 90/70 sampai 140/90 untuk usia dibawah 50 tahun dan di atas 50 tahun 150/100. Kita harus menjaga tekanan darah itu berada di rentang tersebut” sambungnya.

“Selanjutnya gula darah. Normalnya gula darah itu diangka 80 sampai maksimalnya untuk pasien stroke itu 180. Kita harus menjaga kadar gula darah dalam rentang tersebut. Makanya disarankan makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang”

Baca Juga  SISTEM MERIT : LANGKAH AWAL MENUJU BIROKRASI YANG LEBIH BAIK

Jadi sebaiknya makan itu dijadwal, karena kebiasaan orang bekerja biasanya kalau mau makan dia menunggu dulu rasa lapar. Itu yang harus dirubah, makan itu dijadwalkan dan kita harus menjaga ambang batas tadi supaya penyakit tersebut tidak kembali lagi.

Kalau masalah pikiran, sebenarnya itu bukan penyebab utama stroke. Tetapi pikiran itu dapat merusak. Jangan sampai setelah seseorang terkena stroke, dia depresi memikirkan penyakitnya. Yang harus dipikirkan adalah bagaimana hidup harus tetap berjalan.

Stroke itu bukanlah akhir dunia, karena ilmu kesehatan ini sekarang semakin berkembang. Tiap tahun ada kemajuan yang didapatkan dari penderita Stroke.

Selanjutnya ada dua hal yang perlu kita jaga supaya terhindar dari berbagai penyakit. Pertama berfikir positif dan kedua Gembira. Dengan dua itu, tubuh kita akan sangat terbantu karena tubuh akan mengeluarkan hormon-hormon baik. Hormon baik ini yang akan membantu penyembuhan dalam tubuh.

Terakhir kepada keluarga yang ada anggota keluarganya terkena stroke, bagaimana cara jaga supaya pasien stroke tidak mengalami depresi. Karena jika pasien stroke sudah terkena depresi, apapun yang kita lakukan tidak akan berhasil.

“Kami dari RSOMH dalam peringatan Hari Stroke Sedunia ini berharap supaya pasien stroke dapat memahami bagaimana caranya supaya penyakit tidak kembali lagi. Dan juga masyarakat bisa mengetahui cara-cara pencegahan penyakit stroke” tutup dokter Rohaya Fitrina. (Angah)