Daerah

Bencana Alam Lahar Dingin Marapi dan Longsor Berdampak pada Pariwisata dan Perdagangan di Kota Bukittinggi

Bukittinggi, PortalJurnalis.com

Bencana Alam Lahar Dingin Gunung Marapi atau Galodo dan Longsor yang terjadi beberapa hari yang lalu, bukan hanya memakan korban jiwa, materil dan infrastruktur juga berdampak terhadap Pariwisata dan Perdagangan di Kota Bukittinggi.

Hal ini terlihat dari menurunnya tingkat kunjungan wisatawan dari berbagai daerah yang berbatasan langsung dengan Sumatera Barat, seperti Riau, Jambi, Bengkulu dan Medan.

Seperti biasanya setiap liburan akhir Pekan dan libur panjang, Bukittinggi adalah daerah tujuan utama bagi wisatawan untuk berlibur di kota wisata tersebut, akan tetapi semenjak Musibah Lahar Dingin Gunung Marapi terjadi beberapa waktu yang lalu, otomatis berimbas kepada tingkat kunjungan wisatawan Kota Bukittinggi mengalami penurunan drastis.

Seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi, Rofie mengatakan, seperti sama – sama kita lihat bersama, kejadian bencana alam yang sangat dahsyat menimpa saudara – saudara kita di Kabupaten Agam, Tanah Datar dan Padang Panjang, daerah – daerah diatas berbatasan langsung dengan Kota Bukittinggi.

Musibah ini memang tidak kita inginkan bersama akan tetapi tidak satupun manusia yang mampu mengantisipasi Musibah yang terjadi, Ungkap Rofie.

Rofie menambahkan, dengan kejadian Musibah ini banyak yang terdampak langsung baik bagi daerah sekitar maupun di daerah tetangga, salah satu contoh di Kota Bukittinggi, akibat bencana alam ini Pariwisata Kota Wisata tersebut mengalami penurunan yang drastis dalam hal kunjungan wisata termasuk Hunian Hotel yang selama ini di kunjungi oleh wisatawan dari beberapa daerah setiap liburan akhir pekan.

Baca Juga  Herman Sofyan Resmikan Aula Silat di SDIT Al Azhar Bukit Apit

Penyebab terjadinya Penurunan kunjungan wisatawan dikarenakan lokasi Musibah sangat berdekatan dengan Bukittinggi, jadi para pengunjung merasa ketakutan akan terjadi bencana susulan, ketakutan itulah membuat mereka untuk enggan datang berwisata ke kota Bukittinggi, Kata Rofie.

Menurunnya tingkat kunjungan wisatawan juga sangat berimbas pada perdagangan, ini dilihat dari beberapa pasar yang di survey kelapangan, diantaranya pasar Atas, Aur Kuning dan Pasar bawah, para pedagang sangat mengeluhkan sepinya pembeli. Ujarnya.

Ramainya pembeli itu tergantung pada ramainya pengunjung yang datang ke kota Bukittinggi, karena pengunjung lah yang biasanya berbelanja untuk Dibawa pulang sebagai oleh – oleh di kampung halaman. Mudah – mudahan musibah ini akan segera berakhir dan kehidupan masyarakat yang terdampak musibah kembali normal seperti sedia kala. Pungkas Rofie.