Daerah

Satreskrim Polres Agam tangkap dua pengedar uang palsu asal Riau

Lubuk Basung, PortalJurnalis.com

Ml (39) dan SM (38) diduga pengedar uang palsu ini harus bertekuk lutut dan mengakhiri perjalanannya karena ditangkap Satreskrim Polres Agam saat melakukan aksinya mengedarkan Uang Palsu di Pasar Ahad, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Minggu (7/1).

Kapolres Agam, AKBP Muhammad Agus Hidayat, S.H., S.I.K, sebagaimana dikutip dari laman Facebooks Polres Agam, menerangkan, penangkapan bermula dari kecurigaan seorang pedagang terhadap uang yg diberikan oleh pelaku saat bertransaksi, karena ada keanehan di uang pecahan seratus ribu yang diberikan pelaku tersebut.

“Pelaku mengakui baru pertama kali mengedarkan uang palsu di wilayah hukum Polres Agam,, kedua pelaku mengaku telah mengedarkan uang palsu sebanyak lebih kurang Rp3,6 juta, julmlah ini telah diedarkan kedua pelaku di daerah Matur sebanyak Rp1,9 juta dan di Maninjau sebanyak Rp1,7 juta,” lanjutnya.

Pelaku mendapatkan uang palsu ini dari pembelian secara online seharga Rp 50.000 (lima puluh ribu rupiah), dengan modus operandi melakukan transaksi kewarung warung masyarakat dengan batas transaksi maksimal sebesar Rp.20.000 (dua puluh ribu rupiah). Ujarnya lebih lanjut.

“Jadi uang kembalian dari sisa belanja uang palsu tersebutlah keuntungan yang diharapkan pelaku,” ungkapnya

Saat penangkapan pelaku juga turut diamankan 157 lembar uang palsu pecahan seratus ribu dan uang tunai Rp. 3.296.000 (tiga juta dua ratus sembilan puluh enam ribu rupiah) serta 1 unit minibus Suzuki Ertiga yang akan digunakan sebagai barang bukti.

Baca Juga  Kapolres Bukittinggi Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian Personel

Atas pelaku dijerat dengan Pasal 36 ayat (3) Jo Pasal 26 ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima belas tahun penjara dan pidana denda paling banyak Rp50.000.000.000, ( lima puluh milyar rupiah). (OKI)